PENATAAN LAYOUT TOKO DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN

 

PENATAAN LAYOUT TOKO DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN

Oleh

Pera Rahayu Megasetiyaningsih

175211051

Program Studi D3 Administrasi Bisnis Jurusan Administrasi Niaga

Politeknik Negeri Bandung

 

Abstrac

In this modern era, the development of small and medium enterprises is one of the best steps to empower people's creativity and increase income for them. One of the factors that can influence the success of their business is the layout of they store, especially for the place of business. The purpose of this research is to find out the effect of store layout on sales. The method used is the method of literature review and reference to existing books and journals. From the results of this study, it shows that the existence of a comfortable, attractive and certainly environmentally friendly layout can make buyers comfortable to shop for products in the store. With this research, it is expected that many middle-class entrepreneurs pay more attention to the store layout they use.

Keywords: Layout, Business, buyers

 

PENDAHULUAN


Pada zaman modern ini, Pertumbuhan bisnis makanan dan minuman masih tercatat sebagai pertumbuhan yang tinggi di berbagai belahan dunia (Nonto, 2006). Pertumbuhan yang pesat di berbagai jenis industri, terutama dalam industri makanan dan minuman membuat pebisnis sadar akan posisi persaingan yang harus mereka taklukan. Oleh karena itu, Salah satu cara  untuk membedakan tempat usaha yang satu dan yang lain yaitu usaha tersebut harus memiliki ciri khas. Ciri khas ini dapat berupa desain toko, produk ataupun layout yang digunakan oleh toko tersebut, sehingga dapat dijadikan sebuah daya tarik bagi konsumen.

Diferensiasi dan usaha pemasaran yang inovatif dapat digunakan untuk meningkatkan keunggulan bersaing. Salah satu usaha pemasaran yang inovatif adalah kreativitas dalam menciptakan suasana atau lingkungan usaha yang unik. Ini sangat penting mengingat dewasa ini seseorang berbelanja bukan hanya sebagai kegiatan fungsional untuk membeli barang atau jasa, tapi merupakan kegiatan untuk mengisi waktu, rekreasi, hiburan atau bahkan untuk melepas stress (Ma’ruf, 2006).

Memberikan desain interior yang unik bagi toko atau tempat usaha merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan minat konsumen untuk mengunjungi toko Anda. Konsumen akan terkesan dengan desain interior yang toko Anda miliki, sehingga mereka akan selalu mengingatnya, dan hal tersebut akan membuat mereka dapat membedakan toko anda dengan yang lain. Namun belum banyak pemilik toko atau pengelola toko yang menyadari hal tersebut. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya toko atau tempat usaha minimalis yang sepi pelanggan dikarenakan tempat usaha tersebut terlihat kecil dan terkesan penuh oleh barang-barang yang dijual. Sehingga pelanggan tidak tertarik untuk datang.

Penataan layout atau tata letak ini juga bukan hanya mempengaruhi minat pengunjung, namun juga efektivitas kerja dari pegawai toko tersebut. Seorang pegawai toko akan lebih giat dan kinerjanya pun akan semakin meningkat. Pengertian dari Efektivitas kerja sendiri yaitu sebuah pencapaian yang telah diperoleh sesuai dengan target yang telah ditentukan dan dapat ditandai dengan penilaian baik buruknya sebuah pelaksanaan, cara melaksanakannya dan biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, penataan layout ini juga dapat digunakan sebagai tolak ukur bagi seorang pebisnis untuk melakukan penilaian terhadap keberhasilan toko atau usahanya tersebut.

Selain sebagai ciri khas bagi konsumen dan sebagai bahan pengaruh bagi efektivitas pegawai toko, penataan layout juga dapat berpengaruh terhadap suksenya kerjasama kita dengan pihak lain. Hal ini dikarenakan dari penataan layout tersebut, pihak lain dapat melihat bagaimana peluang usaha yang Anda jalankan. Oleh karena itu, penataan layout atau tata letak ini sangat diperlukan sebagai citra dari toko atau usaha yang Anda jalankan. Saat layout atau tata letak toko diatur dengan baik dan menarik, maka citra atau image usaha Anda dihadapan pihak lain terutama pihak yang ingin bekerjasama dengan Anda akan menjadi baik pula.

Agar dapat menata layout atau tata letak toko, Anda harus memperhatikan beberapa faktor penting, yaitu lokasi toko, warna yang digunakan, udara, suhu, cahaya, suara dan budaya yang ada dilingkungan toko atau tempat usaha Anda. Selain itu, ada juga beberapa variasi layout yang dapat digunakan untuk membuat layout tempat usaha atau toko Anda menjadi lebih menarik, yaitu layout terbuka, layout tertutup dan landscape.

Dalam hal pelaksanaan atau pembuatan layout sendiri, harus mempertimbangkan tiga hal yang penting, yaitu alur kerja, peralatan dan tenaga kerja. Penataan layout toko sendiri didasarkan pada alur kerja pegawai toko itu sendiri. Hal ini ditujukan agar memudahkan para pegawai agar dapat bekerja dengan se-efktif dan se-efisien mungkin. Selain itu, peralatan yang ditempatkan dengan baik dan rapih, dapat membuat kesan yang berbeda teradap ruangan toko sehingga ruangan akan terasa nyaman.

PEMBAHASAN

Pengertian Layout atau Tata Letak

Layout didalam bahasa sendiri memiliki arti Tata letak. Sedangkan menurut istilah yaitu usaha untuk menyusun, menata atau memadukan elemen-elemen atau unsur-unsur komunikasi grafis (seperti teks, gambar, tabel dan sebagainya) yang mana akan menjadikan sebuah komunikasi visual yang komunikatif, estetik dan menarik.

Layout sendiri dipandang sebagai proses untuk menentukan suatu kebutuhan terhadap ruang. Selain itu lay out ini juga dapat menyangkut tentang penggunaan ruangan secara terperinci agar dapat menyiapkan susunan yang praktis dari faktor-faktor yang ada dan dianggap perlu untuk pelaksanaan kerja dengan biaya yang layak.

Setiap bentuk layout sendiri di sesuaikan dengan kebutuhan dan juga keinginan dari pengguna layout tersebut. Dengan kata lain, layout satu tempat dengan tempat yang lain memiliki perbedaan, yang mana hal tersebut juga mencirikan mengenai kebiasaan, kebudayaan dan adat istiadat yang berkembang di sekitar tempat tersebut. Hal ini dimaksudkan agar para penikmat layout yang tepat dan efisien akan menimbulkan rasa nyaman, mempermudah pekerjaan, serta dapat berdampak pula pada efektivitas dari pekerjanya sendiri. Selain itu, Layout juga dapat dikatakan sebagai pemicu orientasi membeli pelanggan. Dimana orientasimembeli pelanggan merupakan ketertarikan pelanggan atau perhatian yang diberikan oleh pelanggan pada saat berbelanja terhadap produk tertentu.

Tujuan Penataan Layout Toko

1.      Untuk menciptakan kondisi atau suasana yang lebih nyaman, aman dan juga menarik.

2.      Pekerjaan yang dilakukan di dalam toko dapat dilakukan dengan lebih efektif dan mudah.

3.      Terpeliharanya kesehatan dan juga kepuasan dari konsumen.

4.      Agar dapat menggunakan seluruh ruangan toko dengan lebih maksimal dan menyeluruh tanpa ada ruangan yang tidak berguna atau kosong, sehingga lebih efektif.

5.      Untuk memeberikan kesan positif bagi pelanggan toko atau konsumen.

6.      Sebagai salah satu cara pengoptimalan lahan yang tersedia.

7.      Sebagai bentuk kreativitas pemilik toko untuk meningkatkan minat konsumen agar lebih

Untuk mencapai tujuan tersebut, seorang pebisnis yang ingin merubah layout tempat usahanya haruslah memperhatikan lingkungan sekitar store atau toko yang ia miliki. Dimana perubahan layout ini bukan hanya sekedar tata letak, melainkan penempatan letak perlengkapan, alokasi ruang, pengelompokan produk, serta arus lalu lintas pekerjaan (Turley & Milliman, 2000).

Pebisnis yang hendak menata layout tempat usahanya dapat memperhatikan 3 hal tersebut (Levy dan Weitz (2001), yaitu:

1.      Lingkungan tempat usaha haruslah mendukung konsistensi citra dari tempat usaha tersebut.

2.      Hal tersebut juga akan mempengaruhi keputusan pembeli dalam berbelanja.

3.      Disesuaikan dengan dana yang dianggarkan.

Ketiga hal tersebut dapat digunakan sebagai sebuah dasar atau referensi untuk

Bagi seorang pelanggan kesan pertama yang baik akan membuat mereka merasa nyaman dan senang saat berbelanja. Hal ini dapatdiawali dari pandangan pertama mereka terhadap tempat usaha Anda. Dimana ketertarikan tersebut didasarkan pada persepsi yang diperoleh dari penglihatan yang mana akan membuat sifat rasionalitas mereka mengambil alih dan menyebabkan para konsumen ingin untuk berbelanja untuk memenuhi kebutuhan ataupun keinginan mereka terhadap suatu barang atau jasa.

Manfaat penataan layout yang baik

Penataaan layout yang baik dan nyaman akan memberikan berbagai manfaat, baik itu manfaat untuk pemilik toko atau tempat usaha ataupun manfaat bagi konsumen dan juga pegawai dari toko tersebut. Manfaat-manfaat tersebut diantaranya:

1.      Dapat memberikan rasa nyaman, aman dan rasa ketertarikan baik itu bagi konsumen ataupun bagi pegawai toko tersebut.

2.      Memudahkan dalam melakukan pekerjaan di dalam toko karena tempat dan lokasi peralatan dan perlegkapan toko ditempatkan di tempat yang efektif.

3.      Meminimalisir terjadinya gangguan saat bekerja ataupun saat konsumen sedang berbelanja.

4.      Lebih udah dalam hal pengwasan dalam toko.

Penentuan lokasi Toko

Lokasi tempat usaha sangat penting untuk diperhatikan, karana hal itu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingat penjualan produk. Dimana sebelum menentukan layout apa yang digunakan untuk membuat konsumen tertarik, penentuan lokasi tempat usaha harus terlebih dahulu di putuskan. Untuk memutuskan lokasi tempat usaha, daat digunakan metode-metode sebagai berikut:

1.      Metode Bobot atau Nilai

Dalam metode ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

a.       Menentukan faktor-faktor penting seperti fasilitas, flesibilitas, cahaya, biaya, dll.

b.      Setiap faktor akan diberikan rentang nilai atau bobot yang jika di total harus mencapai 100, yang kemudian akan dinilai oleh beberapa penilai.

c.       Penentuan bobot nilai ini diambil dari nilai raa-rata setiap faktor atau variable sesuai dengan banyaknya orang yang menilai.

d.      Total skor maksimal untuk setiap penilai yaitu sebebsar 100.

e.       Berikan bebeapa opsi tempat usaha atau lokasi yang di inginkan, dan nilai. Hal ini dilakkan untuk membandingkan.

f.       Nilai atau bobot yang terbesarlah yang nantinya akan dipilih sebagai lokasi tempat usaha.

 


Source : PPT Manajemen Kantor Topik Layout Kantor, Harmon Chaniago Drs., M. Si

2.      Metode Biaya

Pada metode ini, penilaian di titik beratkan kepada perkiraan biaya yang nantinya akan digunakan untuk pemilihan lokasi tempat usaha. Cara penilai dari metode Biaya yaitu:

a.       Menghitung perkiraan biaya yang akan dikeluarkan oleh pebisnis untuk lokasi-lokasi yang sekiranya cocok untuk dijadikan tempat usaha.

b.      Pembiayaan akan dikelompokkan menjadi tida bentuk, yaitu Material cost (direct, indirect), Labor cost (direct, indirect) dan Overhead cost.

c.       Kemudian masukkan perkiraan-perkiraan biaya nya.

d.      Lalu totalkan semuanya, dan biaya terendah dari posi-opsi lokasi tersebutlah yang akan dipilih sebagai tempat usaha.

Source : PPT Manajemen Kantor Topik Layout Kantor, Harmon Chaniago Drs., M. S

Bentuk-Bentuk Layout

Ada tiga bentuk layout yang secara umum dapat digunakan untuk merubah bentuk ruangan menjadi lebih nyaman, aman dan juga menarik. Tiga bentuk layout tersebut yaitu Layout terbuka, layout tertutup dan lanscape (campuran).

1.      Layout Terbuka

Layout terbuka sendiri merupakan suatu betuk yaout yang mana tidak ada penghalang atau pembatas antara tempat kerja pegawai dengan konsumen, sehingga pada pelaksanaannya pun para konsumen dapat langsung berkomunikasi dengan pegawai tempat usaha dengn mudah.


Source : https://www.bisnisholic.com/tag/tips-melejitkan-keuntungan/

 

Untuk layout ini, biasanya membutuhkan lahan yang cukup luas. Dimana bentuk dari layout ini mirip dengan ruang kelas, dimana meja disusun dengan rapih, sehingga para konsumen dapat terlihat tertib dan terstruktur.

Untuk lebih jelasnya, ada beberapa contoh layout terbuka sebagai berikut:


Source : https://www.mejakomputer.com/lucu/images/menengok-toko-baju-ria-busana-sukabumi-neng-blogs-desain-interior




Source : https://www.hipwee.com/sukses/revisi-judul-inspirasi-desain-cafe-yang-keren-abis-dan-bikin-bisnismu-laris/

2.      Layout Tertutup

Untuk layout tertutup sendiri merupakan saah satu betuk yang dimana setiap konsumen biasanya memili ruangan sendiri-sendiri yang dibatasi oleh sekat-sekat pemisah, atau tembok, sehingga terlihat seperti kamar-kamar yang tertutup. Hal ini dilakukan untuk memberikan privasi kepada konsumen dan juga pegawai. Contoh dari layout tertutup yaitu seperti karaoke, restotan jepang, dll. Dimana mereka menawarkan terjaganya privasi konsumen, sehingga konsumen lebih nyaman dan aman.

Namun kekurangan dari layout ini yaitu perlu memiliki ruangan yang luas karena bentuknya yang terdiri dari ruangan-ruangan, sehingga menghabiskan cukup banyak ruang. Selain itu juga, konsumen cukup sulit untuk dilakukan pengawasan, karena ruangan yang bersekat-sekat atau berkamar-kamar tersebut. Selain itu tetntu saja untuk membuat layout tertutup ini membutuhkan biaya yang cukup besar.


Untuk lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh dari layout tertutup:




 

3.      Lanscape (Campuran)

Bentuk dari layout ini merupakan gabungan dari kedua layout sebelumnya, yaitu terbuka dan tertutup. Dimana bentuk lanscape ini di design mirip dengan layout terbuka, namun terdapat pemisah atau sekat dengan tinggi di antara 1-1.5 meter. Sehingga dengan adanya pemisah ini, privasi orang yang ada disana masih dapat terjaga, namun juga tidak menghalangi komunikasi. Selain itu, tempat yang digunakan pun juga tidak terlalu luas, sehingga dapat dimaksimalkan. Bentuk layout Lanscape ini dibuat untuk meminimalisir kekurangan-kekurangan dari bentuk layout terbuka dan layout tertutup.

Bentuk lanscape ini sering sekali digunkan, karena menggabungkan dua kekurangan yang terdapat dari layout terbuka dan tertutup, sehingga membuat tempat usaha menjadi lebih mudah untuk menata ulang, dan menggunakannya. Selain itu, biaya yang dikeluarkan pun tidak terlalu mahal dan tempat yang diperlukan pun juga tidak terlalu luas.


Berikut adalah beberapa contoh dari lanscape:


Source : https://www.sentrarak.com/12-cara-jitu-meningkatkan-penjualan-toko-anda/

 

Prinsip-Prinsip dalam Penataan Layout:

Dalam penataan layout terdapat beberapa prinsip, yaitu:

1.      Penataan layout dirancang agar dapa mendukung pelaksanaan pekerjaan dengan maksimal.

2.      Kegiatan yang dilakukan harus dapat berjalan dengan lancar.

3.      Seluruh ruangan dan tempat harus digunakan dengan seefektif dan seefisien mungkin.

4.      Tempat yang digunakan haruslah dapat digunakan dengan fleksibel.

5.      Bagian yang sering dikunjungi oleh konsumen haruslah ditempatkan dekat dengan pintu utama, sehingga dapat memudahkan konsumen.

6.      Bagian-bagian lain yang sekiranya digunakan sebagai tempat penyimpanan, atat tempat yang menimbulkan suara berisik dapat ditempatkan dibagian belakang.

7.      Ruangan untuk pimpinan atau pemilik sekiranya dapat ditempatkan di tempat yang udah untuk mengawasi keadaan toko.

8.      Terdapat tempat atau lorong yang digunakn sebagai jalan bagi tamu ataupun pegawai dalam melayani konsumen. Panjang lorong atau tempat ini sekitar 1,2 – 1,5 m.

Untuk prinsip-prinsip penggunaan layout ini dapat dijadikan dasar agar penggunaan layout yang diinginkan dapat digunakan secara maksimal.

Penyusunan Meja dan Lemari Toko

Penyusunan meja dan lemari makanan sangat penting, hal ini dikarenakan bahwa bentk dari layout furnitur yang ada di tempat tersebut akan mempengaruhi keinginan beli konsumen. Untuk penyusunan meja dan lemari makanan ini bergantung kepada layout apa yang digunakan.  Penataan ini ditujukan sebagai salah satu cara agar tata letak peralatan dan perlengkapan too dapat terlihat rapih dan mudah untuk dijangkau. Karena kebanyakan konsumen menginginkan produk yang dapat dan mudah untuk dijangau dan di dapatkan, sehingga akan membantu sekali jika penataan meja dan lemari ini dapat dimaksimalkan. Ini dia ada beberapa bentuk meja yang dapat digunakan dalam bebearapa bentuk layout:

-          Bentuk kelas, yaitu dimana para konsumen di sediakan meja-meja yang berjajar rapih seperti halnya di dalam kelas.

-          Bentuk L, yaitu dimana meja untuk konsumen di desain seperti halnya bentuk L.

-          Bentuk U, yaitu dimana desain dari meja yang diperuntukkan untuk konsumen berbentuk huruf U.

Dan untuk posisi Lemari makanan dapat ditempatkan dengan posisi sebagai berikut:

-          Bentuk Perpustakaan, dimana lemari disusun berjajar rapih seperti halnya bentuk layout lemari perpustakaan.

-          Bentuk L, yaitu dimana lemari ditempatkan di pinggir dengan menyerupai bentuk L.

Untuk pemilihan tempat meja dan lemari ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan. Dimana peletakkan meja dan lemari ini haruslah disesuaikan dengan layout dan tema yang ingin digunakan.

Penyebab dilakukannya penataan Ulang dari Layout Toko

Setiap tempat memiliki alasan untuk merubah bentuk layout dan tata letak barang yang ada di tempat tersebut. Entah itu karena bosan, atau ingin menciptakan suasana yang baru Untuk lebih jelasnya, penyebab penataan ulang layout yaitu:

1.      Berkurang atau bertambahnya jumlah konsumen dan karyawan toko.

2.      Terdapat penambahan, pengurngan atau penggantian perabot yang ada dalam toko tersebut, sehingga dilakukanlah penataan letak perabotan kembali.

3.      Terdapat perbuhana proses kerja atau SOP kerja.

4.      Layout yang digunakan sebelumnya sudah terlalu lama, sehingga ingin menciptakan usasana bau dengan cara merubah layout toko.

Untuk perubahan layout sendiri dapat dilakukan 2-3 tahun sekali. Hal ini karena jika terlalu sering dirubah, akan banyak memakan biaya dan juga waktu.

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kondisi Toko

Untuk kondisi Toko sendiri ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya, seperti cahaya, suara, warna, udara, Budaya. Semua faktor ini harus diperhatikan dengan baik, karena akan menunjang penataan layout yang digunakan.

1.      Cahaya

Pencahayaan merupakan faktor yang penting, karena dengan pencahayaan yang cukup dan tepat akan membuat ruangan menjadi lebih nyaman dan membuat konsumen lebih mudah untuk mencari produk yang diinginkan. Hal ini juga berpengaruh kepada karyawan aau pegawai toko, sehingga mereka dapat bekerja dengan baik, dan terhindar dari keleahan mata karena cahaya yang kurang.

Sumber cahaya sendiri terbagi menjadi dua, yaitu cahaya alami dan cahaya buatan. Sumber cahaya alami ini di dapat lansung dari cahaya matahari dan lebih hemat, karena tidak usah mengeluarkan biaya untuk mendapatkannya. Dan yang kedua adalah cahaya buatan yang mana bisa didapatkan dari cahaya lampu, lilin dan sebagainya.

Cahaya buatan sendiri digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu

a.       cahaya langsung, yaitu dimana cahaya angsung diarahkan menuju objek yang dituju, sseperti cahaya lampu ruangan, dll.


Source ; https://ae01.alicdn.com/kf/HTB1ONPxHVXXXXbnXpXXq6xXFXXXD/cahaya-Lampu-kristal-modern-dipimpin-balkon-lampu-lampu-langit-langit-untuk-ruang-tamu-dekorasi-rumah-abajur.jpg

b.      cahaya setengah langsung, yaitu 60-90% cahaya diarahkan langsung pada objek, dan sisanya dipantulkan, baik itu kelangit-langit atau ke dinding ruangan.

c.       cahaya tidak langsung yaitu cahaya dipantulkan ke arah dinding atau langit-langit, sehingga objek hanya menerima cahaya pantulan.

Untuk penggunaan cahaya sendiri terdapat beberapa ciri, yaitu intensitas cahaya yang digunakan cukup atau terang, cahaya yang digunakan tidak menyilaukan mata, tidak memiliki perbedaan kontras yang tajam, pencahaayaannya merata di seluruh bagian ruangan, tidak terjadi getaran atau cahaya yang bergelombang.

Penggunaan cahaya di setiap ruanagan pastilah memiliki kuantitas yang berbeda-beda, bergantung kepada fungsi dan penggunaan dar ruangan tersebut. Untuk ruangan yang memiliki konsentrasi yang rendah, seperti halnya toilet, gudang, lorong, dan tangga dapat menggunakan lampu sebesar 5-10 watt. Dan untuk ruangan yang membutuhkan penglihatan dan kosntrasi yang cukup tinggi seperti kasier, ruang dapur, dan lain-lain, dapat menggunakan lampu berkapasitas 40-50 watt. Serta untuk ruangan yang memiliki konsentrasi yang lebih seperti halnya ruangan rak atau penjualan dapat menggunakan lampu 50-70 watt.

2.      Suara

Suara merupakan slah satu faktor yang cukup sensitif baik itu bagi para karyawan toko ataupun konsumen. Dengan banyaknya suara yang mengganggu akan membuat perhatian konsumen akan produk dari toko tersebut menjadi berkurang, dan akan membuat konsumen merasa tidak nyaman, sehingga konsumen tidak tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan di dalam toko.

Untuk mengendalikan suara bising tersebut dapat menggunkan beberapa cara diantaranya:

a.       Pengguanaan desain yang dapat meredam kebisingan, seperti menggunakan partisi di dinding-dinding toko, ataupun menggunakan karpet atau lantai kayu.

b.      Menempatkan barang-barang yang dapat menimbulkan suara gaduh di bagian belakang, yang cukup jauh dari jangkauan konsumen.

c.       Menggunakan peralatan dan perlengkapan yang dapat meredam suara, seperti yang berbahan kayu atau kain.

d.      Suara bising juga dapat dialihkan dengan cara memutar musik yang dapat mempengaruhi minat konsumen. Seperti halnya musik genre pop, RnB, dll.

 

3.      Warna

Pengaruh dari faktor warna ini biasanya berkaitan erat dengan perasaan atau emosional seseorang. Hal ini karena setiap warna mempunyai efek bagi emosional bagi seseorang, baik itu bagi konsumen ataupun pegawai toko. Pemilihan warna ini sangat penting, karena dapat meningkatakan produktivitas pegawai toko dan juga meningkatkan minat konsumen dalam membeli produk dari toko tersebut.

Terdapat tida kelompok dasar untuk pemilihan warna, yaitu:

Ø 
Merah. Warna ini akan memeberikan efek bersemangat, panas, dan gigih, serta juga dapat meningkatkan nafsu makan.. Warna ini dapat berguna untuk meningkatkan semangat baik itu bagi para pegawai toko ataupun bagi para konsumen.


 

Ø  Kuning. Merupakan warna yang memberikan kesan yang ceria dan luas. Warna ini akan membuat seseorang dapat lebih meningkatkan

konsentrasinya, selain itu juga dapat meningkatakn nafsu makan. Warna ini juga dapat digunakan sebagai alternatif pencahayaan, karena warna kuning dapat memantulkan cahaya dengan baik, sehingga ruangan akan terkesan terang.


Source : Source : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6bm-6pmkxB63p2oOl_d4wFOH5LQepw7zlYYqpHrEmjUrmzpd5TNU81seWx5evDEeHyM6_MuDZx3RglPJCjcKL-YIH4_0FIiK9KvGkN2fj1PmCrxHCUSMKU0x0jL3iILiC5aoyUjsix1c/s1600/RebungRamadhanMahamahu26.jpg

 

Ø   Biru. Warna ini akan memberikan perasaan tenang dan nyaman, sehingga para konsumen dapat memilih dan mencari produk yang diinginkan dengan lebih santai dan nyaman.


Source : http://edupaint.com/diskusi/fungsi-tempat-makan/6286-warna-warna-pilihan-untuk-rumah-makan.html

 

Namun warna ini juga dapat menimbulkan efek samping jika digunakan dengan terlalu berlebihan seperti rasa tertekan, dll. Sehingga akan lebih baik jika warna ini di padukan dengan warna lain.

4.      Udara

Udara merupakan faktor yang selalu berhubungan erat dengan kondisi dan kesehatan para pegawai toko dan juga konsumen. Udara merupakan hal yang sensitif, karena dapat mempengaruhi rasa nyaman, stres, dll. Karena dengan udara yang kurang, maka akan menimbulkan tekanan stres bagi para karyawan ataupun konsumen. Faktor udara ini sangat berkaitan erat dengan suhu yang berlangsung. Suhu yang cocok untuk bekerja dan melakukan aktivitas yaitu antara 200C-250C.  Oleh karena itu, penting sekali agar dapat mengendalikan siklus udara dalam toko agar pegawai dan juga konsumen dapat melakukan aktivitasnya dengan ny  aman. Cara yang dapat digunakan yaitu diantaranya:

Ø  Pembuatan ventilasi udara yang cukup, sehingga udara yang masuk dan keluar dapat berjalan dengan lancar.

Ø  Menggunakan kipas angin, untuk membuat udara lebih sejuk, sehingga dapat menimbulkan kesan nyaman dan sejuk.

Ø  Pemasangan AC atau penghangat ruangan untuk beberapa tempat.

Ø  Untuk para pegawai, dapat menggunakan pakaian yang tepat, yang mana disesuaikan dengan kondisi lingkungan temapt kerja.

Untuk pemilihan alternatif ini, dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan juga kondisi lingkungan toko tersebut.

5.      Budaya

Budaya sendiri meruoan suatu keseluruan yang bersifat kompleks, dimana keseluruhan tersebut meliputi kepercayaan, kesusilaan, adat istiadat, hukum, seni, kesanggupan, dan juga semua kebiasaan yang dipelajari oleh mausia yang merupakan bagian dari suatu masyarakat (E.B Taylor).

Budaya ini akan berkaitan erat juga dengan hukum atau Norma yang berlaku. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui norma-norma yang berlaku di dalam lingkungan sekitar toko. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya salah paham antar pihak toko dengan pihak-pihak lainnya.

            Budaya dalam bekerja sendiri didapatkan dari kebiasaan yang dilakukans ecara berdama-sama, yang mana hal ini dapat dipengaruhi oleh sesama rekan kerja ataupun dari atasan, serta dari tuntutan pekerjaan sendiri. Dan untuk konsumen sendiri, yang memiliki berbagai jenis latar belakang dan budaya yang berbeda-beda, kita bisa menyamakan semua itu dengan kebiasaan-kebiasaan yang general, seperti halnya ketertarikan, dan lain-lain.

            Dalam lingkungan toko atau bisnis sendiri haruslah ada penciptaan budaya yang baik, sehat, nyaman dan ramah. Dimana penciptaan budaya atau kebiasaan tersebut tidak lepas dari berbagai elemen yang ada dalam lingkungan tersebut. Karena jika budaya yang berkemabng di lingkungan toko tersebut tidak baik, hal tersebut akan berpengaruh terhadap produktivitas pegawai toko, serta kepada konsumen juga. Dimana konsumen akan merasa tidak nyaman berada di lingkungan yang memiliki budaya yang kurang baik. Oleh karena itu, semua elemen dalam lingkungan tersebut mempunyai tanggunag jawab untuk menciptakan dan mengembangkan budaya yang baik dan mendukung berjalannya bisnis tersebut.

            Faktor-faktor tersebut secara langsung dapat mempengaruhi minat konsumen dan juga kinerja dari para pegawai sendiri. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pemilik toko dapat menggabungkan berbagai faktor tersebut, dan mencocokkannya dengan kebutuhan dan keinginan toko serta konsumen. Sehingga nantinya akan menghasilkan sebuah sinkronisasi yang akan memberikan hasil positif baik itu bagi pihak toko maupun pihak lainnya.

            Seperti halnya jika toko mempunyai lahan yang minimalis atau sedikit, toko tersebut bisa menggunakan layout lanscape, dengna warna yang terang, agar terkesan luas. Selain itu, perbanyak juga jalur sirkulasi udara agar terkesan tidak pengap. Jika toko tersebut berada di pinggir jalan, yang memungkinkan banyaknya suara yang mengganggu atau bising, baik itu dari kendaraan maupun dari pejalan kaki yang lewat. Pemilik toko bisa menyiasatinya dengan cara memakai peredam suara di dalam toko tersebut. Baik itu menggunakan lantai kayu, Partisi ataupun dengan menggunakan karpet. Selain itu, untuk menarik perhatian konsumen, pemilik toko juga dapat merubah atau memberikan permainan warna pada dinding dan furnitur toko. Hal ini agar para konsumen tertarik untuk mendatangi toko, sehingga konsumen dapat melihat-lihat produk yang ada dalam toko tersebut.

Dan jika toko berada di daerah yang tidak menimbulkan suara terlalu berisik, toko tersebut dapat memberikan nuansa baru, berupa pemutaran musik-musik klasika tau pop, yang mana hal tersebut agar tidak membuat para konsumen merasa bosan. Buatlah konsumen menjadi nyaman dan tenang di dalam toko, sehingga konsumen dapat merasa betah tinggal dan berdiam diri di dalam toko tersebut.

 

KESIMPULAN

Dari pembahasan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa produktivitas pegawai toko dan juga daya minat beli konsumen dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya yaitu layout atau tata letak. Penataan layout yang baik akan membuat toko menjadi lebih menarik, aman dan nyaman baik itu bagi para konsumen ataupun bagi para pegawai toko sendiri. Penetapan bentuk layout yang tepat harus mempertimbangkan berbagai hal diantaranya yaitu :

1.      lokasi toko

2.      luas ruangan

3.      cahaya, suara

4.      warna, udara

5.      budaya yang ada di lingkungan toko

6.      Kebutuhan

7.      Keinginan Konsumen

Selain itu, terdapat pula prinsip-prinsip penataan layout yang harus menajdi bahan pertimbangan dan juga dasar dalam pembuatan layout agar dapat menghasilkan kesan nyaman, aman dan menarik.

Oleh sebab itu, para pebisnis, terutama pemilik toko diharapkan agar dapat memperhatikan kembali layout toko nya, karena untuk meningkatkan konsumen dalam penjualan, dapat dimulai dengan menarik hati konsumen dengan layout toko yang menarik dan unik, sehingga para konsumen merasa penasaran dan ingin membeli produk yang ada di toko tersebut. Selain itu, layout toko yang nyaman dan aman juga dapat meningkatakn produktivitas para pegawai.

 

 

Daftar Pustaka

Aini, F. N. (t.thn.). 10 inspirasi desain cafe yang keren abis dan bisnismu laris. Diambil kembali dari Hipwee: https://www.hipwee.com/sukses/revisi-judul-inspirasi-desain-cafe-yang-keren-abis-dan-bikin-bisnismu-laris/

Gie, T. L. (2000). Administrasi Perkantoran Modern. Yogyakarta: Liberty.

Hadiatna, D. R. (2016). Urgensi Penataan Layout Kantor Dalam Upaya Meningkatkan Efektivitas Kerja karyawan. Jurnal manajemen Kantor, 1-15.

Harmon Chaniago, D. M. (2013). Manajemen kantor Kontemporer. Bandung Barat: Akbar limas Perkasa.

Purnomo, H. (2004). Perencanaan dan Perancangan Fasilitas. Yogyakarta: Graha Ilmu.

 

 


 

 

 



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Lampiran :

 

 

https://www.academia.edu/38123660/PENATAAN_LAYOUT_TOKO_DALAM_UPAYA_MENINGKATKAN_PENJUALAN

 

 

https://perarahayu01.blogspot.com/2019/01/penataan-layout-toko-dalam-upaya.html

 

Komentar